
Shai Gilgeous-Alexander Gagal Bawa Tim Ke Final NBA 2026
Shai Gilgeous-Alexander Gagal kembali menjadi pusat perhatian Oklahoma City Thunder sepanjang musim NBA 2025-26. Setelah sebelumnya membawa Thunder menjadi juara NBA, Shai kembali menunjukkan performa luar biasa. Namun, perjalanan Thunder pada musim berikutnya tidak berakhir dengan gelar juara.
Pada musim reguler, Shai membantu Thunder mencatat rekor impresif. Oklahoma City mengakhiri musim dengan rekor 64 kemenangan dan 18 kekalahan. Catatan tersebut menjadi rekor terbaik di NBA pada musim reguler 2025-26.
Selain itu, Shai tampil dalam 68 pertandingan dan selalu menjadi starter. Ia mencatat rata-rata 31,1 poin, 6,6 assist, 4,3 rebound, serta 1,4 steal setiap pertandingan. Bahkan, persentase tembakannya mencapai 55,3 persen.
Performa tersebut membuat Shai kembali mendapatkan penghargaan MVP musim reguler. Ia menjadi pemain ke-14 dalam sejarah NBA yang memenangkan MVP secara beruntun. Sebelumnya, penghargaan tersebut juga di raihnya pada musim 2024-25.
Selain MVP, Shai juga mendapatkan penghargaan Clutch Player of the Year. Ia memimpin liga dalam poin clutch dengan total 175 angka. Kemudian, ia mencatat rata-rata 6,5 poin pada situasi clutch setiap pertandingan.
Karena itu, ekspektasi terhadap Shai sangat tinggi ketika playoff di mulai. Thunder di anggap sebagai salah satu kandidat utama untuk kembali menjadi juara. Namun, perjalanan mereka menghadapi tantangan berat sejak babak konferensi.
Shai Gilgeous-Alexander Gagal pada Final Wilayah Barat, Thunder berhadapan dengan San Antonio Spurs. Pertandingan berlangsung sangat ketat dan harus di tentukan melalui tujuh pertandingan. Shai tetap menjadi pemain utama Thunder sepanjang seri tersebut.
Thunder Tersingkir Dan Shai Gilgeous-Alexander Gagal Setelah Pertarungan Tujuh Gim
Thunder Tersingkir Dan Shai Gilgeous-Alexander Gagal Setelah Pertarungan Tujuh Gim Final Wilayah Barat antara Thunder dan Spurs berlangsung dramatis. Kedua tim saling mengalahkan sejak pertandingan pertama. Oleh sebab itu, pemenang akhirnya harus di tentukan melalui Game 7.
Shai memberikan kontribusi besar selama seri tersebut. Ia mencatat rata-rata 25,9 poin, 8,9 assist, dan 2,9 rebound per pertandingan. Statistik tersebut menunjukkan perannya dalam mengatur serangan Thunder.
Namun, San Antonio mempunyai keunggulan melalui permainan Victor Wembanyama. Pemain muda Prancis tersebut tampil luar biasa dalam tujuh pertandingan. Ia mencatat rata-rata 27,3 poin, 10,9 rebound, dan 3,1 assist.
Selain itu, Wembanyama juga memberikan kontribusi besar dalam pertahanan. Ia mencatat rata-rata 2,7 blok dan 1,4 steal setiap pertandingan. Dengan demikian, Spurs memiliki senjata penting di kedua sisi lapangan.
Pada Game 7, Thunder harus menerima kekalahan dengan skor 103-111. Shai sebenarnya tampil agresif dengan mencetak 35 poin. Ia juga menambahkan sembilan assist, empat rebound, tiga steal, dan satu blok.
Akan tetapi, performa tersebut belum cukup untuk membawa Thunder menuju NBA Finals. Spurs akhirnya memenangkan seri dengan skor 4-3. Dengan demikian, perjalanan juara bertahan tersebut terhenti di Final Wilayah Barat.
Kekalahan tersebut sekaligus membuat Shai gagal mempertahankan gelar NBA. Setahun sebelumnya, ia menjadi pemain penting dalam keberhasilan Thunder memenangkan kejuaraan. Bahkan, Shai mendapatkan Bill Russell NBA Finals MVP Award pada 2025.
Meskipun demikian, kontribusinya sepanjang musim tetap mendapatkan apresiasi besar. Shai kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik NBA. Bahkan, pencapaian MVP beruntun memperkuat statusnya sebagai pemain elite.
Sementara itu, Spurs melanjutkan perjalanan menuju Final NBA 2026. Wembanyama juga mendapatkan penghargaan Western Conference Finals MVP. Penghargaan tersebut di raih setelah Spurs menyingkirkan Thunder melalui tujuh pertandingan.
Jalen Brunson Raih Finals MVP NBA 2026
Jalen Brunson Raih Finals MVP NBA 2026 berbeda dari musim sebelumnya, Shai tidak tampil pada NBA Finals 2026. Oklahoma City gagal mencapai babak tersebut setelah di singkirkan San Antonio. Karena itu, penghargaan Finals MVP juga jatuh kepada pemain dari tim lain.
Menurut daftar resmi NBA, Jalen Brunson dari New York Knicks menjadi pemenang Finals MVP 2025-26. Dengan demikian, penghargaan tersebut tidak di berikan kepada Shai Gilgeous-Alexander.
Shai sendiri tetap tercatat sebagai Finals MVP terbaru Thunder. Ia mendapatkan penghargaan tersebut setelah membawa Oklahoma City meraih gelar NBA pada 2025. Prestasi itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
Selain itu, Shai kembali memenangkan MVP musim reguler pada 2026. Artinya, ia mengoleksi dua MVP musim reguler secara beruntun. Ia juga menjadi salah satu pemain yang berhasil memenangkan penghargaan individu bergengsi dalam dua musim berturut-turut.
Meski gagal mempertahankan gelar NBA, performa Shai sepanjang musim tetap mengesankan. Ia bahkan mencatat sejumlah statistik bersejarah. Salah satunya adalah rata-rata minimal 30 poin dengan akurasi tembakan minimal 55 persen dalam empat musim beruntun.
Kemudian, Shai juga mencatat rekor panjang dalam mencetak setidaknya 20 poin. Rekornya mencapai 140 pertandingan secara beruntun. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa sebagai pencetak angka utama Thunder.
Oleh karena itu, kegagalan Thunder pada 2026 tidak menghapus pencapaian Shai. Justru, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk menghadapi musim berikutnya. Thunder masih memiliki fondasi kuat untuk kembali bersaing memperebutkan gelar.
Pada akhirnya, NBA Finals 2026 menghadirkan cerita berbeda bagi Shai dan Thunder. Mereka tidak berhasil mencapai pertandingan puncak setelah kalah dari Spurs. Sementara itu, penghargaan Finals MVP 2026 menjadi milik Jalen Brunson dari New York Knicks Shai Gilgeous-Alexander Gagal.