
Jordi Amat Jadi Komando Utama Lini Belakang Persija Jakarta
Jordi Amat Jadi Komando Persija Jakarta kembali mengandalkan pengalaman Jordi Amat di lini belakang Super League 2026/2027. Bek senior tersebut menjadi salah satu pemain penting dalam susunan pertahanan Macan Kemayoran. Selain berperan sebagai bek, Jordi juga memiliki pengalaman panjang di kompetisi level internasional. Karena itu, kehadirannya memberikan tambahan pengalaman bagi barisan pertahanan Persija.
Pada awal musim, Persija langsung menghadapi dua pertandingan dengan tingkat kesulitan tinggi. Persija bertandang menghadapi Borneo FC Samarinda pada pertandingan pembuka musim. Selanjutnya, mereka menjamu Persib Bandung pada pertandingan kedua. Namun, Persija mampu memenangkan kedua pertandingan tersebut dengan skor identik 1-0.
Hasil tersebut menunjukkan pertahanan Persija mampu menjaga konsentrasi dalam dua pertandingan awal. Terlebih lagi, kedua kemenangan tersebut di raih tanpa kebobolan. Kondisi itu memberikan gambaran mengenai pentingnya organisasi pertahanan dalam permainan Persija. Selain itu, pengalaman pemain senior membantu menjaga komunikasi antarpemain selama pertandingan.
Jordi sebelumnya juga menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan berbagai peran di lapangan. Pada Februari 2026, ia bahkan tampil sebagai gelandang ketika menghadapi Bali United. Saat itu, Jordi terpilih sebagai Man of the Match setelah membantu Persija meraih kemenangan. Oleh sebab itu, fleksibilitas menjadi salah satu kekuatan yang di milikinya.
Jordi Amat Jadi Komando meski demikian, posisi bek tetap menjadi peran utamanya bersama Persija. Pengalaman tersebut membuat Jordi dapat membantu mengatur jarak antarlini. Selain itu, ia mampu memberikan arahan kepada pemain yang berada di sekitarnya. Dengan demikian, perannya tidak hanya berkaitan dengan duel bertahan.
Pengalaman Jordi Amat Jadi Komando Memperkuat Organisasi Pertahanan
Pengalaman Jordi Amat Jadi Komando Memperkuat Organisasi Pertahanan Jordi Amat memiliki pengalaman panjang dalam sepak bola Eropa sebelum berkarier di Indonesia. Sehingga pengalaman tersebut membuatnya terbiasa menghadapi berbagai karakter penyerang. Karena itu, kemampuan membaca permainan menjadi salah satu modal pentingnya. Selain itu, ketenangannya dapat membantu Persija ketika menghadapi tekanan lawan.
Pada musim 2025/2026, Jordi menjadi bagian dari pertahanan Persija yang mencatat statistik cukup solid. Persija finis di posisi ketiga dengan koleksi 71 poin. Mereka mencetak 65 gol dan hanya kebobolan 29 gol sepanjang kompetisi. Catatan tersebut membuat Persija memiliki salah satu pertahanan paling solid pada musim tersebut.
Jordi juga memberikan kontribusi langsung dalam serangan pada musim sebelumnya. Ia mencetak tiga gol dan satu assist untuk Persija. Catatan tersebut menunjukkan kontribusinya tidak hanya muncul ketika bertahan. Bahkan, kemampuan bola matinya dapat menjadi tambahan ketika Persija menghadapi pertandingan ketat.
Selain itu, Jordi memiliki pengalaman bermain bersama Timnas Indonesia. Pada April 2026, ia kembali bergabung dengan Persija setelah menjalani agenda FIFA Series bersama skuad Garuda. Ia menjadi salah satu dari empat pemain Persija yang mengikuti agenda tersebut. Pengalaman internasional itu kemudian kembali menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Kini, pengalaman tersebut kembali di butuhkan Persija pada musim baru. Persaingan Super League berlangsung panjang dan membutuhkan konsistensi setiap pertandingan. Karena itu, keberadaan pemain senior dapat membantu menjaga stabilitas tim. Sementara itu, pemain muda bisa mendapatkan pengalaman melalui interaksi langsung dengan pemain berpengalaman.
Peran Jordi juga semakin penting karena Persija memiliki ambisi mempertahankan performa positif. Dua kemenangan awal memberikan modal penting untuk menjalani pertandingan berikutnya. Namun, perjalanan kompetisi masih panjang dan berbagai tantangan akan muncul. Oleh sebab itu, konsistensi lini belakang tetap menjadi salah satu perhatian utama Persija.
Jordi Kembali Di Panggil Timnas Indonesia
Jordi Kembali Di Panggil Timnas Indonesia performa Jordi bersama Persija juga membuatnya kembali mendapatkan kepercayaan dari Timnas Indonesia. Pada September 2026, namanya masuk dalam daftar pemain yang di panggil menghadapi FIFA ASEAN Cup. Jordi kemudian bergabung bersama skuad Garuda untuk menjalani persiapan di Jakarta.
Jordi menjadi salah satu dari enam pemain Persija yang mendapatkan panggilan tersebut. Selain dirinya, terdapat Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Rayhan Hannan, dan Shayne Pattynama. Keenam pemain tersebut di proyeksikan memperkuat Indonesia dalam turnamen regional. Dengan demikian, Persija kembali menjadi salah satu klub penyumbang pemain terbanyak untuk skuad Garuda.
Bagi Jordi, panggilan tersebut menjadi kesempatan kembali memperkuat Indonesia pada agenda internasional. Pengalaman bermain bersama Persija dapat menjadi modal ketika menjalani persaingan di level negara. Selain itu, pengalaman internasionalnya membantu menjaga komunikasi di lini pertahanan. Karena itu, kontribusinya kembali menjadi perhatian menjelang pertandingan.
Sementara itu, Persija harus tetap mempersiapkan skuad tanpa beberapa pemain yang bergabung dengan Timnas. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim pada awal musim. Namun, kedalaman skuad di perlukan untuk menghadapi jadwal kompetisi yang panjang. Selanjutnya, Persija harus menjaga konsistensi setelah memperoleh dua kemenangan pembuka.
Jordi sendiri sebelumnya menyatakan Persija perlu terus berkembang setelah musim 2025/2026. Ia menilai kerja keras menjadi bagian penting dalam membangun permainan tim. Selain itu, Jordi menyebut Persija mampu memainkan sepak bola yang baik sepanjang musim tersebut. Karena itu, pengalaman tersebut dapat menjadi dasar menghadapi musim berikutnya.
Dengan demikian, Jordi Amat tetap menjadi salah satu figur penting dalam skuad Persija. Pengalaman, fleksibilitas, serta kemampuannya menjaga organisasi pertahanan menjadi modal berharga. Namun, kontribusinya tetap bergantung pada kebutuhan taktik dan keputusan pelatih. Sementara itu, Persija akan berusaha mempertahankan momentum positif setelah dua kemenangan awal musim Jordi Amat Jadi Komando.